Assalamu'alaykum hayaa...
Setelah jeda hampir delapan tahun, akhirnya ibu ngerasain lagi yang namanya kontraksi :)
.
Kali ini ibu mau cerita tentang bagaimana hayaa lahir ke dunia. Hayaa baca pelan-pelan ya...
.
Di usia ibu yang sudah gak muda lagi, uhuk, yaitu 36 tahun, ternyata Allah kembali menitipkan seorang anak di rahim ibu. Setelah jeda 7 tahun dari kakakmu, hamnah. Sebenarnya ibu agak waswas mengingat kondisi tubuh yang rasanya lebih capek dan gampang lelah. Tapi, Allah maha baik, alhamdulillah di kehamilan ini ibu dan hayaa sehat :).
.
hayaa lagir di usia kehamilan 39 minggu, maju 8 hari dari due date yang harusnta tanggal 27 September 2026. Sejalan awal September, ibu sudah ambil cuti ngajar. Di waktu cuti itu, ibu manfaatkan untuk menyiapkan semua kebutuhan ibu dan hayaa menjelang kelahiran. Di akhir bulan september, rasanya ibu sudah tidak sabar untuk segera bertemu hayaa. Beberapa kali ibu sampaikan ke bapak jika ibu ingin cepat2 lahiran, ibu gak sabar ingin ketemu hayaa 🥰.
.
Alhamdulillah Allah kabulkan doa ibu.
19 september, pukul 02.30 pagi ternyata ketuban sudah rembes. Awalnya sedikit, tapi lama kelamaan semakin deras. Padahal kontrakai belum ada, dan fleksibel pun belum keluar. Panik! Ibu langsung bangunan bapak yang tidur dan hubungi bidan Via. Bidan bilang untuk observ dulu, apakah masih keluar tau tidak ketubannya..
.
Selepas solat subuh, ternyata ketuban masih tetap rembes dan kontraksi sudah mulai datang walaupun belum intens. Tanpa menunggu lama, ibu putuskan untuk segera ke bidan. Ibu, bapak, hamnah dan Isa. Abang umar dan ali menunggu di rumah. Sesampainya di rumah bidan, alhamdulillah kontraksi yang ibu tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Jujur aja, ibu takut jika kontraksi blm datang dan air ketuban sudah habis maka ibu harus di caesar.
.
Ibu terus berdoa jika Allah menakdirkan ibu untuk lagiran normal. Pikiran yang semakin cemas membuat tensi ibu meningkat, 150/90. Belum pernah rasanya dalam hidup ibu tensi mencapai 150.
.
Detik demi detik rasanya lamaaa sekali. Bidan via menyuntikkan cairan infus (mungkin di dalamnya ada obat induksi). Tak lama infus dimasukkan, kontraksi mulai teratur. Fyi, itu pertama kali ibu ngerasain diinfus, lho hehe. Ternyata sakit ya.
.
Alhamdulillah, setelah drama dan adegan nangis-nangis, pukul 08.30 hayaa lahir ke dunia.
Ahlan wa sahlan anak solihah.
Semoga hayaa tumbuh menjadi anak yang solihah ya, nak.
Im so happy yo have u in my life 💜
Sesuai dengan nama yang bapak berikan untuk kamu, semoga kamu senantiasa tumbuh sebagai anak yang memiliki rasa malu. Malu jika tidak solat, malu jika tidak puasa, malu jika tidak memakai jilbab, dan malu jika tidak berbuat baik. Semoga Allah senantiasa membimbing kamu ke ajalan yang lurus. Aamiin
.
.
قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ” رَوَاهُ البُخَارِي.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, ‘Sesungguhnya di antara perkataan kenabian terdahulu yang diketahui manusia ialah jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu!’”
(HR. Bukhari)
.
.
Hayaa Nura
Sabtu, 7 Rabiul akhir 1448 H (19 September 2026). Btw, kamu lahir di tanggal yang sama dengan bapak, lho. Beda 41 tahun hehe
08.30 wib.
3.700 gram, 51 cm.
.
Love,
Ibu 🥰

Tidak ada komentar:
Posting Komentar