"Ibuuu....ade nenen..." ucap Umar..
"abang Umar ?" tanya saya
"U..u..(baca :susu)" jawab Umar...
Begitulah penggalan kalimat antara saya dan Umar. Alhamdulillah sejak Agustus 2013 lalu, tepatnya sejak usia Umar 2 tahun, ia sudah sukses disapih :)
Sejak pertama kali menyusui memang saya berniat untuk bisa menyusui anak-anak saya hingga usia 2 tahun. Hal itu, saya terapkan pada Umar kala itu. Perjalanan menyusui selama dua tahun tentu bukan perkara yang mudah bagi saya. Ada kalanya Asi yang keluar sedikit, padahal usia Umar saat itu belum genap satu tahun, ditambah kndisi saya yang saat itu sedang hamil yang kedua. Huff...kadang banyak, kadang sedikit, kadang melimpah, kadang tak keluar sama sekali. Alhamdulillah 'ala kulli haal...
Kondisi yang parah saat menyusui yaitu ketika usia Umar 1,5 tahun dimana Asi saya tidak keluar setetes pun. Saya khawatir sekali, bingung. Akhritnya saya dan suami memutuskan untuk memberikan Umar susu tambahan, UHT. Sampai akhirnya saya memasuki usia kehamilan tujuh bulan, asi saya berubah warna menjadi bening, seperti kolostrum. Lalu saya konsulasikan ke dokter kandungan, menurutnya perubahan warna dan rasa asi itu merupakan hal yang wajar. Karena secara otomatis Asi akan memproses susu baru untuk bayi yang dikandung. Subhanallah.. jadi Umar dapat kolostrum dua kali :)
Saran dokter kandungan, kalau saat menyusui lalu terasa seperti kontraksi, harus berhenti sebentar dan me-rilex-an badan. Saat usia kandungan tujuh bulan, saya sering mengalami hal itu, saat sedang menyusui Umar tiba-tiba perut terasa kencang. Masa-masa itu juga masa terberat buat saya. Entah kenapa saat saya menyusui Umar, saya sering merasa melow dan sedih. Sering kali saya juga terbawa perasaan marah sama Umar, karena intensitas menyusu dan sering dan lamaaa. Saya jadi BT. Hmm..mungkin karena perubahan hormonal, psikologis, ditambah perut yang semakin membesar memvatasi ruang gerak saya. Tidur miring salah, terlentang salah, pokoknya serba salah banget.
Saya pernah ngobrol dengan beberapa ibu-ibu yang sudah sedang menyapih anaknya. Diantara mereka ada yang bercerita bahwa saat ia menyapih anakanya, ia menggunakan odol/pasta gigi yang ddioleskan di areolanya. Tujuannya, agar anaknya tidak mau menyusu karena rasa odol yang pedas. dan cara-cara lain dengan menggunakan bumbu-bumbu atau aroma yang pahit untuk menyapih anak. Hm..yaa sah-sah aja sih. Tapi, kalau saya pribadi, saya lebih memilih cara diskusi dengan anak tentang menyapih. Lagipula, menurut saya lho, apa cara-cara seperti itu malah menjadikan anak takut akan rasa pahit, pedas, atau rasa-rasa yang tidak enak lainnya ya? Padalah hidup ini, tidak melulu dengan rasa manis.....hehehe.. well, just my opinion :p
Lanjuuut....
Lalu saya membuat rencana baru buat Umar. Saya mulai membatasi jumlah dan waktu menyusunya. Dalam satu hari umar hanya boleh menyusu dua kali, yaitu waktu tidur siang dan malam, dengan waktu sepuluh menit. Alhamdulillah rencana itu lumayan berhasil sambil terus berbicara dengan Umar bahwa sebentar lagi ia akan mempunyai adik bayi. Awalnya umar selalu menangis dan menunjukkan ekspresi tidak suka saat saya mengatakan bahwa ia akan mempunyai adik bayi dan akan berhenti nenen. Sampai hari itu tibaa....
Umar menagis kencang sekali, sekencang-kencangnya di rumah sakit saat ia melihat saya menyusui adik Ali. Takjub. Mungkin yang ada di benak Umar ialah miliknya satu0satunya yang hampir dua tahun menjadi kepunyaannya seorang telah diambil adik bayi dan dia harus BERBAGI. Tidaaaaaak........
Siasatnya ialah TANDEM ASI. Satu kata buat tandem asi, Melelahkan....hufff...tapi mau bagaimana lagi? Saat itu cuma tandem yang jadi andalan saya saat Umar liat adiknya sedang menyusu. Mulai saat itu, saya kembali membatasi jumlah dan waktu menyusu Umar. Dalam satu hari, ia hanya boleh menyusu SATU KALI, yaitu waktu tidur malam dengan waktu 5 menit. I use stopwatch, Really..hehehe
Sambil terus menerus saya katakan pada Umar, bahwa bulan Agustus nanti usia Umar sudah dua tahun, dan itu tandanya Umar harus berhenti menyusu. Setiap malam saya lakukan itu. Senjata saya ialah susu UHT. Kalau Umar mau nyusu, saya tawarkan susu UHT dan dia mau, alhamdulillah.
Dan..tiba saatnya ketika usia Umar dua tahun, saat dia sudah siap tidak lagi menyusu dan minum susu UHT.
Baarakallahu fiik ya bunayy :)
"Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya" (Quran Surah Ath-Tholaq : 3)
Minggu, 22 September 2013
Rabu, 18 September 2013
Dan..kau tak kembali
Dan..kau tidak kembali
Sampai saat ini
Sampai hari ini
Sampai aku menulis surat ini...untukmu...
Ya..sejak hari itu
Sejak malam itu
Terakhir kalinya aku melihatmu
Kini...kau belum juga kembali
Malam itu, malam kepergianmu
Saat kami baru saja tiba
dari suatu tempat yang tak jauh
Kau menunggu di dalam rumah
Bersama teman kesayanganmu
Teman yang mengerti bahasamu
Kami datang
Kau duduk..seperti biasa di kursi itu
Kau berharap aku menuangkan sedikit makanan untukmu
Tapi aku terlalu lelah
Seharian berkutat dengan aroma rumah sakit
Lalu, kau pergi..
Seperti hari-hari biasanya
Kala malam kau keluar dan kembali di pagi hari..
Untuk makan
Tapi..tidak dengan pagi itu
Kau belum juga datang..
Ku tunggu kau hingga waktu siang...sore..lalu malam
Ku tunggu kau
1 hari...
2 hari...
1 minggu...
sampai 4 bulan hingga kini..
Tak jua ku lihat ekor pendekmu
Kau tidak kembali
Aku sudah mencari
Tapi, kau tak ada
Aku tak tau harus mencari kemana lagi
Aku tak tau apa yang terjadi padamu...pada malam kepergiannmu
Hingga kau tak kembali sampai saat ini...
Buntel...
Mungkinkah kau masih ada.....
Sampai saat ini
Sampai hari ini
Sampai aku menulis surat ini...untukmu...
Ya..sejak hari itu
Sejak malam itu
Terakhir kalinya aku melihatmu
Kini...kau belum juga kembali
Malam itu, malam kepergianmu
Saat kami baru saja tiba
dari suatu tempat yang tak jauh
Kau menunggu di dalam rumah
Bersama teman kesayanganmu
Teman yang mengerti bahasamu
Kami datang
Kau duduk..seperti biasa di kursi itu
Kau berharap aku menuangkan sedikit makanan untukmu
Tapi aku terlalu lelah
Seharian berkutat dengan aroma rumah sakit
Lalu, kau pergi..
Seperti hari-hari biasanya
Kala malam kau keluar dan kembali di pagi hari..
Untuk makan
Tapi..tidak dengan pagi itu
Kau belum juga datang..
Ku tunggu kau hingga waktu siang...sore..lalu malam
Ku tunggu kau
1 hari...
2 hari...
1 minggu...
sampai 4 bulan hingga kini..
Tak jua ku lihat ekor pendekmu
Kau tidak kembali
Aku sudah mencari
Tapi, kau tak ada
Aku tak tau harus mencari kemana lagi
Aku tak tau apa yang terjadi padamu...pada malam kepergiannmu
Hingga kau tak kembali sampai saat ini...
Buntel...
Mungkinkah kau masih ada.....
Selasa, 17 September 2013
'Ali dan Pusar
Assalamualaykum...
hehehe...(apaa coba pake ketawa)..
hm...pernah ngalamin pusar bayi yang baru puput trus bau ga? saya pernah.. baru kali ini ngalamin kalo puput pusar bayi bisa bau. soalnya pengalaman waktu umar puput pusar dulu, gak bau.
awalnya, ali, anak kedua saya puput pusar sekitar 10 hari setelah lahir. lumayan cepet lah ya. pas puput pusarnya itu juga gak bau, tapi emang agak lembab dan sedikit berdarah. iyaa..berdarah. yaah, gak banyak tapi setiap saya lap dengan kain kasa pati ada darah yang nempel di kain kasa.
penasaran, akhirnya saya bawa ali ke dokter anak di rumah sakit tempat lahirannya. saat di cek oleh dokter, beliau bilang memang bau dan khawatir infeksi. lho...kok infeksi? padahal gak diapa-apain kok tuh puser, kenapa bisa infeksi? gak berapa lama, masih diruangan dokter anak, lalu sang dokter memberi resep antibiotik untuk diminumkan ke ali. kaget dong saya, masa bayi 10 hari mesti minum antibiotik. lalu, suami saya bilang, apa gak ada alternatif lain selain antibiotik. soalnya saya kan niat asi exlusif, tanpa tambahan apapun. kata dokter anak, ada sih salep buat dioles ke puser, tapi dokter juga gak yakin kalau salep itu ampuh untuk mengobati puser ali yang bau. dalam hati saya, apa separah itu ya pusernya ali sampe dikasih antibiotik untuk diminumkan segala?
setelah keluar ruangan dokter dengan membawa secarik kertas resep bertuliskan "AMOX (amoxilin), suami saya langsung googling cari-cari info tentang puser bayi yang bau.kesimpulan dari hasil googling, bahwa banyak orang tua yang juga mengalami kasus seperti saya. puser anak yang baru puput bau dan mengeluarkan bercak darah. lalu, penanganan para orang tua tersebut juga gak dikasih obat macam-macam, cuma rajin dibersihkan dan ditutup dengan kain kasa steril, juga harus diganti setiap kali bayi pipis. haaaah(nafas lega) alhamdulillaaah... akhirnya kami pulang tanpa menebus obat (sudah 2 kali ke dokter anak, dibekelin resep obat dan GAK DITEBUS) hehee
besokannya, akhrnya kami memutuskan untuk cari second opinion ke dokter di markas sehar. ketemulah kami dengan dr.arum. sungguh, melegakan sekaligus menyenangkan. dr.arum sangat menenangkan kami. bagaimana tidak..saat kami masuk ke ruangannya langsung disambut dengan senyum dan ucapan subhanallah saat melihat ali. kami ceritakan ihwal kedatangan kami. setelah dr.atum "mewawancarai" kami dengan pertanyaan-pertanyaan standar seputar ali, lalu dr.arum mulai memeriksa seluruh badan ali. so detaiiil..... :)
mulai dari perkembangan fisik sampai kemampuan-kemampuan awal bayi dijelaskan oleh dr.arum. daaan..yang paling melegakan tentu masalah puput pusar ali yang bau. dr.arum bilang bahwa bau dari pusar ali masih wajar, dan darah yang menempel juga masih wajar, yang paling penting tidak perlu dikasih antibiotik. pananganannya, harus sering dibersihkan. insya Allah dalam waktu 1 minggu akan hilang bau dan darahnya. bau pusar ali kemungkinan dikarenakan daerah yang lembab di sekitar pusar. saat itu dr.arum juga menyarankan kalau ali tidak harus selalu mandi 2 kali sehari (emang emaknya kerajinan sih..hehe). walaupun jarang dimandiin, bayi akan tetap harus kok, katanya..hehehee....
akhirnya, kali ini perasaan kami benar-benar lega dan tenang..lalu kami pun pulang tanpa obat satupun...hehe..bukannya kami anti obat ya, bukaaan..bener deh.. tapi kami yakin kok, obat akan bekerja dengan baik sesuai porsinya, alias tepat guna dan tepat sasaran...(piissss)
alhamdulillah..seminggu setelahnya pusar ali sudah bersih dari darah dan tidak bau lagi....:)
sekarang usia ali sudah memasuki 6 bulan..prepare for MPASI..yuk ntar sore ke markas sehat lagi...hehee
gambar dari http://redboxmedicalplus.wordpress.com/
hehehe...(apaa coba pake ketawa)..
hm...pernah ngalamin pusar bayi yang baru puput trus bau ga? saya pernah.. baru kali ini ngalamin kalo puput pusar bayi bisa bau. soalnya pengalaman waktu umar puput pusar dulu, gak bau.
awalnya, ali, anak kedua saya puput pusar sekitar 10 hari setelah lahir. lumayan cepet lah ya. pas puput pusarnya itu juga gak bau, tapi emang agak lembab dan sedikit berdarah. iyaa..berdarah. yaah, gak banyak tapi setiap saya lap dengan kain kasa pati ada darah yang nempel di kain kasa.
penasaran, akhirnya saya bawa ali ke dokter anak di rumah sakit tempat lahirannya. saat di cek oleh dokter, beliau bilang memang bau dan khawatir infeksi. lho...kok infeksi? padahal gak diapa-apain kok tuh puser, kenapa bisa infeksi? gak berapa lama, masih diruangan dokter anak, lalu sang dokter memberi resep antibiotik untuk diminumkan ke ali. kaget dong saya, masa bayi 10 hari mesti minum antibiotik. lalu, suami saya bilang, apa gak ada alternatif lain selain antibiotik. soalnya saya kan niat asi exlusif, tanpa tambahan apapun. kata dokter anak, ada sih salep buat dioles ke puser, tapi dokter juga gak yakin kalau salep itu ampuh untuk mengobati puser ali yang bau. dalam hati saya, apa separah itu ya pusernya ali sampe dikasih antibiotik untuk diminumkan segala?
setelah keluar ruangan dokter dengan membawa secarik kertas resep bertuliskan "AMOX (amoxilin), suami saya langsung googling cari-cari info tentang puser bayi yang bau.kesimpulan dari hasil googling, bahwa banyak orang tua yang juga mengalami kasus seperti saya. puser anak yang baru puput bau dan mengeluarkan bercak darah. lalu, penanganan para orang tua tersebut juga gak dikasih obat macam-macam, cuma rajin dibersihkan dan ditutup dengan kain kasa steril, juga harus diganti setiap kali bayi pipis. haaaah(nafas lega) alhamdulillaaah... akhirnya kami pulang tanpa menebus obat (sudah 2 kali ke dokter anak, dibekelin resep obat dan GAK DITEBUS) hehee
besokannya, akhrnya kami memutuskan untuk cari second opinion ke dokter di markas sehar. ketemulah kami dengan dr.arum. sungguh, melegakan sekaligus menyenangkan. dr.arum sangat menenangkan kami. bagaimana tidak..saat kami masuk ke ruangannya langsung disambut dengan senyum dan ucapan subhanallah saat melihat ali. kami ceritakan ihwal kedatangan kami. setelah dr.atum "mewawancarai" kami dengan pertanyaan-pertanyaan standar seputar ali, lalu dr.arum mulai memeriksa seluruh badan ali. so detaiiil..... :)
mulai dari perkembangan fisik sampai kemampuan-kemampuan awal bayi dijelaskan oleh dr.arum. daaan..yang paling melegakan tentu masalah puput pusar ali yang bau. dr.arum bilang bahwa bau dari pusar ali masih wajar, dan darah yang menempel juga masih wajar, yang paling penting tidak perlu dikasih antibiotik. pananganannya, harus sering dibersihkan. insya Allah dalam waktu 1 minggu akan hilang bau dan darahnya. bau pusar ali kemungkinan dikarenakan daerah yang lembab di sekitar pusar. saat itu dr.arum juga menyarankan kalau ali tidak harus selalu mandi 2 kali sehari (emang emaknya kerajinan sih..hehe). walaupun jarang dimandiin, bayi akan tetap harus kok, katanya..hehehee....
akhirnya, kali ini perasaan kami benar-benar lega dan tenang..lalu kami pun pulang tanpa obat satupun...hehe..bukannya kami anti obat ya, bukaaan..bener deh.. tapi kami yakin kok, obat akan bekerja dengan baik sesuai porsinya, alias tepat guna dan tepat sasaran...(piissss)
alhamdulillah..seminggu setelahnya pusar ali sudah bersih dari darah dan tidak bau lagi....:)
sekarang usia ali sudah memasuki 6 bulan..prepare for MPASI..yuk ntar sore ke markas sehat lagi...hehee
gambar dari http://redboxmedicalplus.wordpress.com/
Rabu, 22 Mei 2013
Menanti senyum Umar
Alhamdulillah... hari-hari yang menegangkan itu lewat sudahh.. fiuuh..#lapkeringet..
Menegangkan? hm..kurang lebih sih begitu. kenapa? karena sekitar dua minggu lalu tiba-tiba kami di rumah kehilangan senyum abang umar #lebay.
Hari kamis tanggal 9 mei kemaren, sekitar jam 19.00 tiba-tiba aja suhu badan abang jadi panas dan hidung meler. waduh..abang demam. padahal, tadi siang masih asyik-asyik aja maen sama sepupunya, Abib. Badan demam plus hidung meler, saya dan suami langsung menerka-nerka sakitnya abang. hm..bisa jadi demamnya abang ini karena flu, soalnya hidung meler. tapi saat itu abang masih anteng dan gak rewel, tidur juga seperti biasa walaupun beberapa kali bangun minta susu. Saya dan suami tahu, bahwa kalo demam itu adalah gejala atau alarm dari suatu penyakit. So, kita langsung cari tau penyebabya. kemungkinan saat itu ialah virus, karena abang meler.
Keesokan harinya, hari jumat, suhu badan abang belum turun juga malah makin panah yaitu sampai 39.4 dercel. widiiww.. dari jauh aja udah berasa banget panasnya. saat itu abang juga udah mulai rewel dan susah makan, maunya minum aja. akhirnya saya kasih paracetamol buat bikin abang nyaman.
Hari-hari berikutnya juga begitu, panas naik-turun, suhu terendah saat itu 37.7 dercel, abang rewel dan makin gak mau makan. saya udah mulai galau, kok kalau influenza saja sampai berhari-hari gini. akhirnya setelah 72 jam abang masih demam juga, kita bawa deh ke Markas Sehat untuk konsul. ketemulah kita dengan dr.Felix. setelah diobservasi badannya abang, ternyata muncul ruam di punggung dan belakang telinga, juga ada pembengkakan di sekitar leher, semacam kelenjar getah bening gitu kayaknya..hmm...
dr.felix mendiagnosa dengan campak jerman atau Rubella.
setelah di rumah, saya dan suami langsung ngubek-ngubek bacaan tentang penyakit rubella. rubella atau campak jerman itu penyebabnya ialah virus rubella. ciri khas penyakit ini adanya pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher sampai belakang telinga (Arifianto, SpA). gejala dari campak, roseola, dan rubella ini emang hampir sama, yaitu demam dan timbul ruam. tapi, demam untuk rubella ini lebih ringan dibanding dengan campak. karena penyebabnya ialah virus, bang gak diresepi obat sama sekali, cuma paracetamol aja kalo badannya panas dan rewel, sama banyakin minum aja biar gak dehidrasi. masalah makan? abang umar sama sekali gak mau makan selama sakit. cuma makan biskuit beberapa suap aja itu udah alhamdulillaah banget. sampai akhirnya nafsu minum abang berkurang, saya kasih oralit. emang gak doyan pastinya, tapi dipaksa aja biar ada yang masuk. apalagi saat itu abang kena diare juga. saya dan suami khawatir banget kalo abang dehidrasi.
yang tambah bikin kasihan, ruam-ruamnya itu bikin gatel dan abang jadi rewel banget karena abang mesti garuk-garuk badannya. lalu, mata abang tiba-tiba memerah, berair dan bengkak, diikuti dengan mulut kering dan bibir pecah-pecah. alhasil, abang gak mau makan dan minum.
dari dr.felix, kami dikasih surat rujukan untuk tes lab kalau-kalau abang umar masih demam.
setelah seminggu deman dan kondisi abang yang melemas, kami akhirnya tes lab (hemo, trombosit, dll) di RS.Bunda Margonda. pulang dari tes lab, kami langsung ke Markas Sehat lagi untuk konsul dengan dr.Apin.
diagnosa dr.Apin juga sama dengan dr.felix, yakni Rubella. tapi, kalau sampai hari jumat, tanggal 17 mei abang umar masih demam juga, direkomendasiin sama dr.Apin buat tes urin, takut-takut ISK. padahal abang umar udah di khitan gara2 ISK juga.
akhirnya kita nunggu sampai hari jumat, dan abang masih demam, tapi kita memutuskan untuk gak tes urin. yaa..alasan kita sih kan abang umar udah di khitan, masa masih ISK juga #sotoyhehehe...
tapi memang kita lebih milih di rumah aja, males ke RS mulu, kasian sama abang umar yang kayaknya trauma kalo harus masuk ruang lab terus :(. Ade ali kan juga masih 2 bulan, gak tega kalo harus ikut-ikutan keluar masuk RS. banyak virus disana.
Sampaiakhirnya senyum itu perlahan mengembang dari bibir abang umar yang pecah-pecah :) hehe..
abang udah mulai main dengan ali dan bapak. walaupun belum mauk makan, tapi alhamdulillah abang udah aktif lagi dan mlai ngpceh.. setelah sekian lama gak denger suara abang manggil-manggil "bapak..ibu". hihi.. ibarat nungguin bayi yang baru belajar ngomong.
pelajaran yang kami peroleh dari sakitnya abang yaitu :
1 kurangnya pengalaman kami sbg ortu yang ngadepin anak sakit, sering bikin kami PANIK. padahal, saat anak sakit kita harus tenang agar bisa memikirkan cara yg bijak mengatasinya. :)
2. harus bijak dalam menggunakan obat-obatan. setidaknya yg kami tau dari hasil ngubek-ngubek buku kesehatan abak, penyakit yg disebabkan oleh infeksi virus tidak butuh obat-obatan kecuali paracetamol. sayang anak, juga sayang uang yang terbuang jika kita gak bijak dalam memilih obat.
3. sehai itu mahal ya, nak #liatisidompet heheee
http://www.google.co.id/
Menegangkan? hm..kurang lebih sih begitu. kenapa? karena sekitar dua minggu lalu tiba-tiba kami di rumah kehilangan senyum abang umar #lebay.
Hari kamis tanggal 9 mei kemaren, sekitar jam 19.00 tiba-tiba aja suhu badan abang jadi panas dan hidung meler. waduh..abang demam. padahal, tadi siang masih asyik-asyik aja maen sama sepupunya, Abib. Badan demam plus hidung meler, saya dan suami langsung menerka-nerka sakitnya abang. hm..bisa jadi demamnya abang ini karena flu, soalnya hidung meler. tapi saat itu abang masih anteng dan gak rewel, tidur juga seperti biasa walaupun beberapa kali bangun minta susu. Saya dan suami tahu, bahwa kalo demam itu adalah gejala atau alarm dari suatu penyakit. So, kita langsung cari tau penyebabya. kemungkinan saat itu ialah virus, karena abang meler.
Keesokan harinya, hari jumat, suhu badan abang belum turun juga malah makin panah yaitu sampai 39.4 dercel. widiiww.. dari jauh aja udah berasa banget panasnya. saat itu abang juga udah mulai rewel dan susah makan, maunya minum aja. akhirnya saya kasih paracetamol buat bikin abang nyaman.
Hari-hari berikutnya juga begitu, panas naik-turun, suhu terendah saat itu 37.7 dercel, abang rewel dan makin gak mau makan. saya udah mulai galau, kok kalau influenza saja sampai berhari-hari gini. akhirnya setelah 72 jam abang masih demam juga, kita bawa deh ke Markas Sehat untuk konsul. ketemulah kita dengan dr.Felix. setelah diobservasi badannya abang, ternyata muncul ruam di punggung dan belakang telinga, juga ada pembengkakan di sekitar leher, semacam kelenjar getah bening gitu kayaknya..hmm...
dr.felix mendiagnosa dengan campak jerman atau Rubella.
setelah di rumah, saya dan suami langsung ngubek-ngubek bacaan tentang penyakit rubella. rubella atau campak jerman itu penyebabnya ialah virus rubella. ciri khas penyakit ini adanya pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher sampai belakang telinga (Arifianto, SpA). gejala dari campak, roseola, dan rubella ini emang hampir sama, yaitu demam dan timbul ruam. tapi, demam untuk rubella ini lebih ringan dibanding dengan campak. karena penyebabnya ialah virus, bang gak diresepi obat sama sekali, cuma paracetamol aja kalo badannya panas dan rewel, sama banyakin minum aja biar gak dehidrasi. masalah makan? abang umar sama sekali gak mau makan selama sakit. cuma makan biskuit beberapa suap aja itu udah alhamdulillaah banget. sampai akhirnya nafsu minum abang berkurang, saya kasih oralit. emang gak doyan pastinya, tapi dipaksa aja biar ada yang masuk. apalagi saat itu abang kena diare juga. saya dan suami khawatir banget kalo abang dehidrasi.
yang tambah bikin kasihan, ruam-ruamnya itu bikin gatel dan abang jadi rewel banget karena abang mesti garuk-garuk badannya. lalu, mata abang tiba-tiba memerah, berair dan bengkak, diikuti dengan mulut kering dan bibir pecah-pecah. alhasil, abang gak mau makan dan minum.
dari dr.felix, kami dikasih surat rujukan untuk tes lab kalau-kalau abang umar masih demam.
setelah seminggu deman dan kondisi abang yang melemas, kami akhirnya tes lab (hemo, trombosit, dll) di RS.Bunda Margonda. pulang dari tes lab, kami langsung ke Markas Sehat lagi untuk konsul dengan dr.Apin.
diagnosa dr.Apin juga sama dengan dr.felix, yakni Rubella. tapi, kalau sampai hari jumat, tanggal 17 mei abang umar masih demam juga, direkomendasiin sama dr.Apin buat tes urin, takut-takut ISK. padahal abang umar udah di khitan gara2 ISK juga.
akhirnya kita nunggu sampai hari jumat, dan abang masih demam, tapi kita memutuskan untuk gak tes urin. yaa..alasan kita sih kan abang umar udah di khitan, masa masih ISK juga #sotoyhehehe...
tapi memang kita lebih milih di rumah aja, males ke RS mulu, kasian sama abang umar yang kayaknya trauma kalo harus masuk ruang lab terus :(. Ade ali kan juga masih 2 bulan, gak tega kalo harus ikut-ikutan keluar masuk RS. banyak virus disana.
Sampaiakhirnya senyum itu perlahan mengembang dari bibir abang umar yang pecah-pecah :) hehe..
abang udah mulai main dengan ali dan bapak. walaupun belum mauk makan, tapi alhamdulillah abang udah aktif lagi dan mlai ngpceh.. setelah sekian lama gak denger suara abang manggil-manggil "bapak..ibu". hihi.. ibarat nungguin bayi yang baru belajar ngomong.
pelajaran yang kami peroleh dari sakitnya abang yaitu :
1 kurangnya pengalaman kami sbg ortu yang ngadepin anak sakit, sering bikin kami PANIK. padahal, saat anak sakit kita harus tenang agar bisa memikirkan cara yg bijak mengatasinya. :)
2. harus bijak dalam menggunakan obat-obatan. setidaknya yg kami tau dari hasil ngubek-ngubek buku kesehatan abak, penyakit yg disebabkan oleh infeksi virus tidak butuh obat-obatan kecuali paracetamol. sayang anak, juga sayang uang yang terbuang jika kita gak bijak dalam memilih obat.
3. sehai itu mahal ya, nak #liatisidompet heheee
http://www.google.co.id/
Kamis, 11 April 2013
Aku (BUKAN) Anak Durhaka
Miriiiiiisss....
mirriiiss banget nonton berita.. :(
berapa bulan lalu (tapi masih inget beritanya) saya nonton tivi, gak sengaja nonton berita yang isinya kekerasa pada anak, anak balita umur 4 tahun tepatnya #tariknapas. Siapa pelakunya? Tetangga? Teman bermain? Kakek Nenek? bukaaaan... pelakunya orangtuanya sendiri #garuktanah... sedih gak sih?
ceritanya, diberita itu ditampilin video yang kayaknya sih yang nge-rekam itu ibunya, dan yang mukulin bapaknya, korbannya ya anaknya sendiri.
di video itu digambarkan kalo sang pelaku bapaknya itu lagi nendangin dan mukulin sambil nge-bentak-bentak si anak. diomelin lah kenceng-kenceng, sayaang, gak jelas suaranya jadi gak tau dia ngomelin apa. nah, si anak balita 4 tahun itu nangis aja, ya iyyalah.. dipukul, ditendang, diomelin, sama BAPAKnya sendiri, siapa yang gak nangis. si IBUnya itu yang nge-rekam seolah ngedukung kelakuan si bapak dengan ngomong begini, "iya terus pukul aja emang bandel..." dan kalimat-kalimat lain yang saya lupa jelasnya.
Lalu, gak berhenti sampai di situ, si anak dibawa ke tembok dan kaya dipukul ke arah tembok berkali-kali, makin jadi lah tangisan si anak.. Astaghfirullah... kok ada ya? #ya ada lah...
ngeliat video itu, saya sedih, kesel, marah, kenapa tadi pake nonton tivi, jadi ngeliat adegan kaya gitu..eerrggjhhh....
abis dipukulin layaknya bukan anak balita, tuh orang yang ngaku bapaknya, berlutut di depan anaknya sambil nasehatin anaknya. ya, mungkin anak balita itu abis ngelakuin sesuatu yang buat orangtuanya marah besar, sampe kalap gitu. TAPI....ida kan baru BOCAH 4 tahun pulaa gitu, kok nasehatinnya kasar banget yaa.... #bingung saya..
Ya Allah..apa harus begitu ya mendidik anak? dengan kekerasan apakah anak bakalan jera dan kapok? atau malah makin menjadi-jadi?
mungkin, banyak ya disekitar kita kejadian kayak gitu, bukan satu atau dua kejadian, ratusan atau ribuan kejadian kayak gitu yang bisa jadi ada di sekitar kita sendiri.
lalu...saat anak itu tumbuh dewasa, makin besar makin besar. tibalah suatu masa saat anak itu flash back akan masa kecilnya yang sering dipukulin, dimarahin, dikata-katain, dan dia merasa sebel, marah atau bahkan benci sama orangtua nya sendiri. sekali dua kali anak yang sudah dewasa itu tidak mau menuruti keinginan orangtuanya, atau melawan orangtua, bahkan membalas perlakuan orangtua. naudzubillah...
daan...karena perlakuan anak yang tidak sesuai dengan keinginan orangtua, kadang orangtua secara sengaja atau tidak mengucapkan kalimat, "Dasar Anak Durhaka!!!"
padahal...waktu kecilnya tuh anak sering dimarahin, dipukulin, dikata-katain. setelah dewasa, orangtua gak terima dengan sikap anak yang membandel, gak nurut, suka ngelawan, de el el... coba deh kita urut beberapa tahun ke belakang, what have we done to our child?
tentu saja, ini pengalaman yang sangat baik buat saya dan suami yang baru mulai belajar jadi orang tua umar, ali, dan adik-adiknya nanti. masih panjang perjalanannya..hm..mudah-mudahan bisa ya jadi orangtua yang gak kayak di video itu, naudzubillah...
mau jadi orangtua, anak, kakak, adik, atau apapun peran kita, kuncinya sabar dan belajar...
mirriiiss banget nonton berita.. :(
berapa bulan lalu (tapi masih inget beritanya) saya nonton tivi, gak sengaja nonton berita yang isinya kekerasa pada anak, anak balita umur 4 tahun tepatnya #tariknapas. Siapa pelakunya? Tetangga? Teman bermain? Kakek Nenek? bukaaaan... pelakunya orangtuanya sendiri #garuktanah... sedih gak sih?
ceritanya, diberita itu ditampilin video yang kayaknya sih yang nge-rekam itu ibunya, dan yang mukulin bapaknya, korbannya ya anaknya sendiri.
di video itu digambarkan kalo sang pelaku bapaknya itu lagi nendangin dan mukulin sambil nge-bentak-bentak si anak. diomelin lah kenceng-kenceng, sayaang, gak jelas suaranya jadi gak tau dia ngomelin apa. nah, si anak balita 4 tahun itu nangis aja, ya iyyalah.. dipukul, ditendang, diomelin, sama BAPAKnya sendiri, siapa yang gak nangis. si IBUnya itu yang nge-rekam seolah ngedukung kelakuan si bapak dengan ngomong begini, "iya terus pukul aja emang bandel..." dan kalimat-kalimat lain yang saya lupa jelasnya.
Lalu, gak berhenti sampai di situ, si anak dibawa ke tembok dan kaya dipukul ke arah tembok berkali-kali, makin jadi lah tangisan si anak.. Astaghfirullah... kok ada ya? #ya ada lah...
ngeliat video itu, saya sedih, kesel, marah, kenapa tadi pake nonton tivi, jadi ngeliat adegan kaya gitu..eerrggjhhh....
abis dipukulin layaknya bukan anak balita, tuh orang yang ngaku bapaknya, berlutut di depan anaknya sambil nasehatin anaknya. ya, mungkin anak balita itu abis ngelakuin sesuatu yang buat orangtuanya marah besar, sampe kalap gitu. TAPI....ida kan baru BOCAH 4 tahun pulaa gitu, kok nasehatinnya kasar banget yaa.... #bingung saya..
Ya Allah..apa harus begitu ya mendidik anak? dengan kekerasan apakah anak bakalan jera dan kapok? atau malah makin menjadi-jadi?
mungkin, banyak ya disekitar kita kejadian kayak gitu, bukan satu atau dua kejadian, ratusan atau ribuan kejadian kayak gitu yang bisa jadi ada di sekitar kita sendiri.
lalu...saat anak itu tumbuh dewasa, makin besar makin besar. tibalah suatu masa saat anak itu flash back akan masa kecilnya yang sering dipukulin, dimarahin, dikata-katain, dan dia merasa sebel, marah atau bahkan benci sama orangtua nya sendiri. sekali dua kali anak yang sudah dewasa itu tidak mau menuruti keinginan orangtuanya, atau melawan orangtua, bahkan membalas perlakuan orangtua. naudzubillah...
daan...karena perlakuan anak yang tidak sesuai dengan keinginan orangtua, kadang orangtua secara sengaja atau tidak mengucapkan kalimat, "Dasar Anak Durhaka!!!"
padahal...waktu kecilnya tuh anak sering dimarahin, dipukulin, dikata-katain. setelah dewasa, orangtua gak terima dengan sikap anak yang membandel, gak nurut, suka ngelawan, de el el... coba deh kita urut beberapa tahun ke belakang, what have we done to our child?
tentu saja, ini pengalaman yang sangat baik buat saya dan suami yang baru mulai belajar jadi orang tua umar, ali, dan adik-adiknya nanti. masih panjang perjalanannya..hm..mudah-mudahan bisa ya jadi orangtua yang gak kayak di video itu, naudzubillah...
mau jadi orangtua, anak, kakak, adik, atau apapun peran kita, kuncinya sabar dan belajar...
Cuma mau bilang....
Ahlan wa sahlan yaa 'Ali.... :)
21 Maret 2013
Semoga menjadi anak sholeh, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, berbakti sama bapak ibu....
Sayaang 'Ali.... :)
21 Maret 2013
Semoga menjadi anak sholeh, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, berbakti sama bapak ibu....
Sayaang 'Ali.... :)
Jumat, 06 April 2012
untitled
Bismillah...
untukku...
jiwaku yang tak tenang..
entah apa yang sedang diharapkan, diinginkan, atau dinantikan...
atau apa yang sedang ditunggu, mungkinkan sebuah jawaban ?
untukku yang terus menjelajah tetapi hampa asa
tetapi kosong..
untukku yang terus mencari, namun tak ku temui
hanya menanggu rasa lelah atau malu..
pada diri sendiri..
begitu sibuk mencari kesana dan kemari..
bertanya pada mereka tentang yang ku maksud
tapi, ku tak pernah berhenti, sejenak saja, tuk bertanya pada diri,
di hati ini, ya di hati, tepat di dalam sini...
terlalu gengsi melihat pada diri, lalu mencari orang lain untuk disalahi, untuk dinilai
dan luput dari diri sendiri..
Allah,
aku tau apa yang harus aku cari..
Engkau, Ya Rabb..
hanya Engkau...
untukku...
jiwaku yang tak tenang..
entah apa yang sedang diharapkan, diinginkan, atau dinantikan...
atau apa yang sedang ditunggu, mungkinkan sebuah jawaban ?
untukku yang terus menjelajah tetapi hampa asa
tetapi kosong..
untukku yang terus mencari, namun tak ku temui
hanya menanggu rasa lelah atau malu..
pada diri sendiri..
begitu sibuk mencari kesana dan kemari..
bertanya pada mereka tentang yang ku maksud
tapi, ku tak pernah berhenti, sejenak saja, tuk bertanya pada diri,
di hati ini, ya di hati, tepat di dalam sini...
terlalu gengsi melihat pada diri, lalu mencari orang lain untuk disalahi, untuk dinilai
dan luput dari diri sendiri..
Allah,
aku tau apa yang harus aku cari..
Engkau, Ya Rabb..
hanya Engkau...
Langganan:
Postingan (Atom)
Ayah Pulang
Ramadhan, hari ke 21. Masjid Baitussalam, Pasar Minggu. 22.38 wib. . . Pena telah diangkat, tinta telah mengering. Sungguh, tiada daun yang ...
-
Assalamualaykum... hehehe...(apaa coba pake ketawa).. hm...pernah ngalamin pusar bayi yang baru puput trus bau ga? saya pernah.. baru ka...
-
Ramadhan, hari ke 21. Masjid Baitussalam, Pasar Minggu. 22.38 wib. . . Pena telah diangkat, tinta telah mengering. Sungguh, tiada daun yang ...
-
Tiga bulan lalu, Hamnah tiba-tiba saja menolak untuk nenen. setiap kali saya tawarkan untuk nenen, dia selalu menjerit dan menangis. saya ...



