Selasa, 15 November 2011

baby blues

Bismillah..

Apa sih rasanya jadi ibu muda?
Sering saya mendapati teman-teman saya menanyakan hal itu pada saya. Saya sampe bingung kok mereka sering ya menanyakan hal itu, saya aja sampai gak sempet memikirkan apa rasanya jadi ibu muda.
Hm..yup..jawaban saya selalu sama dan klasik.
"Ya..ada enak ada nggak nya juga lah.. enaknya kalo lagi sepi bisa bercanda sama anak, kalo lagi kecapean terus liat senyum anak jadi ilang capeknya..ya nggak enaknya pastinya repotlah.." Pernyataan itu yang seriing banget saya lontarkan kalau ada temen-temen yang bertanya apa rasanya jadi ibu muda.
Kayak sekarang ini nih, saat Umar lagi bobo, saya bisa internetan :D

Tadi pagi smebari gendong Umar, saya nonton di salah satu chanel tivi, ya macam acara reality show gitu lah, hehe udah kayak emak-emak aja nih. Reality show itu membahas masalah sindrom baby blues yang sering dihadapi oleh ibu-ibu pasca melahirkan. Narasumbernya yaitu Dr. B*y*e, hehe udah tau lah siapa. Saya terus memerhatikan perbincangan mereka, lalu mereka menayangkan vt mengenai apa sih baby blues syndrome itu. Well, secara garis beras, baby blues syndrome itu terjadi pada ibu-ibu pasca melahirkan. baby blues syndrome biasanya seperti rasa sedih, menangis tanpa sebab, murung, membenci bayi, atau lebih parah nya lagi bisa menyebabkan sang ibu bunuh diri atau malah melukai anaknya, naudzubillah. Faktor penyebabnya yaitu karena kelelahan.
Semua ibu yang habis melahirkan pastinya setuju kalau yang namanya hamil, melahirkan , dan mengurus bayi itu suatu pekerjaan yang melelahkan. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa pekerjaan itu melelahkan sehingga saya membencinya. TIDAK. Saya rasa sangat wajar apabila kita merasa kelelahan, manusiawi sekali. Tapi jika kita pikirkan lagi bahwa dibalik segala keletihan dan kelelahan yang setiap ibu rasakan, Allah menyandingkannya dengan pahala Jihad fi sabilillah, diiming-imingi surga, Subhanalaah siapa yang gak mau?
Yap, balik lagi ke baby blues syndrome diamana faktor penyebabnya ialah keletihan sang ibu. Lalu, salah satu bintang tamu acara tersebut mengatakan bahwa kepada setiap suami yang memiliki seorang istri yang sedang hamil hendaknya ia memberikan dukungan kepada istrinya. Bukan hanya dukungan finansial lho, tapi dukungan secara moril justru lebih dibutuhkan. Saat wanita hamil, berat badannya akan naik 10 bahkan 20 kg, belum lagi rasa pegal dan nyeri, perubahan bentuk badan, tidak percaya diri, dan lain sebagainya. Tanpa disadari perubahan tersebut dapat berpengaruh secara psikologis kepada sang istri, itu jelas. Belum lagi persiapan menjelang kelahiran, lalu menyusui, dan pekerjaan lainnya. Dukungan sang suami sangat berarti banget, bukan hanya untuk menghindari baby blues syndrome, tetapi juga sebagai bentuk rasa kasih sayang dan kecintaannya pada istri yang sedang mengandung buah hati mereka. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hamnah, antara Nursing Strike dan Gagal Tumbuh

Tiga bulan lalu, Hamnah tiba-tiba saja menolak untuk nenen. setiap kali saya tawarkan untuk nenen, dia selalu menjerit dan menangis. saya ...